Indahnya Bepetualang di Wisata Gunung Api Purba

Indahnya Bepetualang di Wisata Gunung Api Purba

Posted on

Wisata Gunung Api Purba – Indonesia terkenal dengan negara kepulauan. Maka dari itu banyak memiliki gunung yang aktif maupun pasif. Salah satu gunung unik di indonesia yaitu berada di kota Yogya. Apa itu? Teringat lagu manis nya musisi Jawa legendaris, Didi Kempot: “Banyu Langit”,  pasti tidak asing ditelinga kita, Gunung Api Purba/Gunung Api Purba Nglanggeran/Gunung Nglanggeran daerah Wonosari, Gunungkidul.

Indahnya Bepetualang di Wisata Gunung Api Purba

Indahnya Bepetualang di Wisata Gunung Api Purba

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan sebuah gunung yang terletak di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada pada deretan Pegunungan Baturagung.

Pada dasarnya Gunung Api Purba Nglanggeran ini adalah suatu gunung api yang pernah aktif seperti gunung api lainnya dan memiliki umur tersier (Oligo-Miosen), namun hal tersebut terjadi sekitar 60-70 juta tahun yang lalu. Saat ini, Gunung Nglanggeran sudah tidak aktif lagi, itulah mengapa gunung ini disebut “gunung api purba” karena memang gunung ini merupakan peninggalan purba yang saat ini sudah tidak aktif karena lekang oleh waktu.

Gunung Nglanggeran memiliki batuan yang khas karena didominasi oleh batu aglomerat dan breksi gunung api. Bentuk dari gunung Api Purba ini tidak seperti bentuk gunung pada umumnya yang berbentuk kerucut dan memiliki kawah, namun memiliki bentuk seperti gugusan bebatuan raksasa tinggi menjulang yang telah ditumbuhi beberapa macam flora dan dihuni beberapa macam fauna didalamnya.

Konon, Gunung Api Purba Nglanggeran ini dulunya adalah gunung yang letaknya berada di dasar lautan, tapi karena adanya suatu fenomena alam tertentu dengan kurun waktu yang cukup lama, maka area Gunung Api Purba Nglanggeran ini kemudian muncul ke permukaan dan menjadi daratan. Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki puncak yang disebut Gunung Gedhe yang memiliki ketinggian kurang lebih 700 meter diatas permukaan laut dan memiliki luas sekitar 48 hektar.

Pada tahun 1999, objek wisata ini dikelola oleh Karang Taruna desa setempat dan mengenakan tarif tiket Rp. 500; per orang. Namun fasilitasnya belum lengkap. Mengingat banyaknya potensi budaya dan ekowisata yang ada di situs gunung api tersebut, maka pada tahun 2008 Badan Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengambil alih pengelolaannya dan menambah berbagai fasilitas terbaru. Lalu pada tanggal 1 Juli 2016 tiket masuk naik sebesar Rp. 15.000; di siang hari dan Rp. 20.000; untuk malam hari serta tiket khusus untuk wisatawan asing sebesar Rp. 30.000;.

Gunung Api Purba ini memiliki banyak keistimewaan. Menurut masyarakat, ada tanaman obat yang hanya tumbuh di kawasan gunung yaitu Pohon Termas. Dan ada lagi fenomena yang sangat unik dan terkenal yaitu adanya sebuah kelompok masyarakat yang tinggal dan hidup di Puncak Gunung Api Purba Desa Nglanggeran, anehnya lagi jumlah KK (kepala keluarga) dalam kelompok masyarakat tersebut tidak mengalami perubahan yaitu berjumlah 7 kepala keluarga(KK) saja.

Banyak yang telah membuktikan dan melihat langsung kebenarannya dengan mengunjungi lokasi dimana kelompok masyarakat tersebut tinggal. Lokasinya bernama di Tlogo Mardidho dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran.

Menurut tokoh pemangku adat setempat yang bernama Mbah Rejodimulyo (92 th), beliau membenarkan bahwa masyarakat di Dusun Tlogo tersebut memang meyakini dan percaya bahwa jumlah KK yang menghuni dilokasi tersebut harus berjumlah 7 KK tidah boleh kurang ataupun lebih.

Beliau menceritakan kepercayaan itu sudah turun temurun dan harus ditaati sesuai dengan pesan dari sesepuh pepunden dari dusun Tlogo tersebut yang bernama Eyang Iro Dikromo yang dipercaya lokasi tersebut hanya boleh dihuni oleh Mpu Pitu (kelompok tujuh), yang dimana Mbah Rejodimulyo mengatakan kelompok tujuh tersebut yakni kelompok kepala keluarga. Jadi sampai saat ini pun jumlah rumah yang ada di dusun Tlogo ini hanya terdiri dari 7 rumah saja dengan penghuni sebagai berikut :

  1. Mbah Rejodimulyo (92thn)
  2. Mbah warsodiyono (80 thn)
  3. Mbah Karso (97 thn)
  4. Dalino (60 thn)
  5. Yatno Rejo (60 thn)
  6. Sumadiyono (60 thn)
  7. Hardi ( 40 thn)

Luas lokasi dusun tlogo ini cukup luas, yaitu mencapai 10-15 hektar dan masing-masing kepala keluarga mempunyai luas tanah yang berbeda kecuali Mbah Rejodimulyo yang memiliki kira-kira 2 hektar tanah.

Sampai sekarang ini, dusun Tlogo yang merupakan kawasan desa Nglanggeran dibagian paling ujung timur Gunung Api Purba masih ditempati 7 KK, dan menjalin kehidupan bermasyarakat dengan desa tetangga juga yaitu Desa Terbah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *